Myspace Backgrounds

Monday, June 23, 2008

Arti Sekeping Upah

Seorang pemuda yang telah lama membujang akhirnya memutuskan untuk menikah dan segera mempunyai anak.

Katanya,

"Apalah artinya aku bekerja setiap hari,
bila tak tahu kepada siapa aku harus membelanjakan upah yang kuterima?"

Apakah artinya upah bagi anda? Setiap sen upah yang anda terima adalah wujud hasil kerja dan kekuatan diri anda.

Upah adalah sebentuk baru dari energi kekuatan yang mengalir melalui setiap tetes keringat anda.
Energi itu sebelumnya telah mengarungi lautan komis, sinar matahari, gelombang ombak samudra bahkan
dedaunan hijau. Kini ia singgah di genggaman anda.

Namun, anda takkan dapat menghentikan perjalanannya. Ia harus terus melaju ke manapun ia akan mengalir.
Energi adalah aliran abadi alam raya. Itulah mengapa anda selalu berkeinginan membelanjakan upah anda.

Namun, bukan sekedar menghamburkannya, anda harus menjadi tempat persinggahan terbaik bagi energi itu. Anda bisa tunjukkan jalan kemana energi itu menuju.

Berikan kepada mereka yang anda cintai dengan setulus hati demi kebaikan hidup ini. Di sanalah anda temukan makna dalam setiap keping upah yang anda terima. (Editor)

Kisah Delapan Mata Angin

Ada seorang murid yang sudah bertahun-tahun belajar ilmu kebijakan dari seorang guru di sebuah pulau terpencil. Kini ia merasa telah cukup ilmu dan berniat untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat di seberang pulau.

Singkat
kata, ia pamit pada sang guru dan meninggalkan pulau terpencil tersebut.

Beberapa lama kemudian ia mendirikan sebuah perguruan dan memiliki banyak murid pula. Teringat ia pada sang guru, ia ingin menunjukkan hasil pengabdiannya selama ini. Ia lalu menulis sebuah kitab yang berisi ajaran-ajaran kebijakan.

Kitab itu diberi judul "Kitab Delapan Mata Angin" karena bila orang mengamalkan isi kitab itu maka ia akan tetap tegar dalam kebenaran meski didera angin badai dari delapan penjuru mata angin.

Ia
mengutus seorang muridnya untuk mengantarkan kitab itu pada gurunya di
seberang pulau.

Sang guru , si Kabayan menerima kiriman "Kitab Delapan Mata Angin" dengan suka cita.
Namun, setelah membaca isinya, tanpa terduga-duga beliau mencorat-coret sampul kitab itu dengan tulisan "Kamu tak lebih dari angin kentut belaka".
Sang guru mengembalikan kitab itu.

Betapa terkejutnya si murid ketika menerima dan membaca tulisan sang guru. Mukanya merah padam. Ia memutuskan untuk menemui gurunya dan meminta
penjelasan apa maksud tulisan itu. Bergegas ia melepas tali perahu dan mendayung sendiri menemui gurunya.

Sesampai di sana, ia langsung bertanya pada gurunya,
"Apa maksud guru menulis kata-kata kotor seperti ini?"

Jawab sang guru dengan kalem,

"Lho... katanya kamu mampu bertahan dari
gempuran angin badai yang datang dari delapan penjuru mata angin. tapi,
mengapa, hanya dengan tiupan angin kentut saja, sudah membuatmu terpental
dari seberang sana ke pulau terpencil ini, heh..?

Mendengar jawaban gurunya, ia langsung menyesali kesalahannya.

Renungan ...!
Setinggi apa pun kebijakan yang terucap di bibir atau tertulis di
buku tak lebih berarti daripada yang terpatri dalam hati.

Saturday, June 21, 2008

Mohon Maaf

Karena adanya gangguan teknis saat akses ke blogspot , maka dalam beberapa hari ini posting artikel menjadi terhambat.

Untuk itu kami mohon maaf

Djodi Ismanto

Monday, June 16, 2008

Panjangkan garismu!


Di suatu lomba atletik seorang pelari dengan kesalnya mengatakan bahwa kekalahannya hari itu karena penonton yang begitu berisik dan ada salah satu pelari lain yang menyentuh tangannya ketika lomba.

"Pasti ia sengaja, ingin rasanya saya memukulnya, karena itulah saya kalah!"

Sang pelatih yang mendengarnya memanggilnya

"Kemarilah akan saya tunjukkan sesuatu.."

Kemudian sang pelatih menggambar sebuah garis di pasir.

" Seandainya garis ini adalah garis dari lawanmu, coba bagaimana caramu agar garis lawanmu ini menjadi lebih pendek?"

Dengan semangat pelari tersebut mengatakan,

" Itu sangat mudah! saya akan menghapus garis lawan ini" , sambil menghapus sebagian garis tersebut sehingga menjadi lebih pendek.

Sang pelatih dengan tenang berkata ,

"Itulah masalahmu, di setiap kompetisi yang kamu fokuskan adalah 'bagaimana memperpendek' atau menjatuhkan lawan bukan 'memperpanjang garismu', seharusnya panjangkan garismu dan tentunya garis lawanmu akan menjadi lebih pendek"

Menghadapi persaingan ada beberapa tips yang dapat kita pertimbangkan :

1. Apakah kelebihan dari pesaing kita? pikirkanlah apa kelebihan mereka terhadap kita dan akuilah!

2. Kemudian tanyakan pada diri kita apakah kelebihan yang mungkin kita miliki dibanding pesaing kita? Kelebihan itulah yang harus kita tingkatkan bukan mencari kelemahan lawan.

3. Tanyakan pada diri kita sejauh mana kelebihan pesaing kita dapat meningkatkan kinerja kita untuk mencapai hal yang lebih baik.

Ingat! satu-satunya cara untuk mengalahkan pesaing kita adalah membuat kemampuan kita menjadi lebih baik dan tak tertandingi!

Djodi Ismanto

Saturday, June 14, 2008

Apa yang Kita Sombongkan?


Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja , ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras.Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya,

"Apa yang sedang Anda lakukan?"

Sang Guru menjawab,

"Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali.Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat terbawah, sombong disebabkanoleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat dari pada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten,dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan,semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan.Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri ( self-confidence).

Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego disatu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.

Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.

Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.

Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akanlagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah"tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.

Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah.Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam.Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri.

Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?


Djodi

Friday, June 13, 2008

Darimana Asal Anda ?


Alkisah hiduplah seorang tua penjaga pintu gerbang sebuah kota besar.Setiap pengelana yang hendak memasuki kota itu, selalumengajukan pertanyaan pada penjaga tua itu,

"Bagaimana perangai orang-orang yang tinggal di kota ini?"

Penjaga tua itu malah balik bertanya,
"Bagaimana perangai orang-orang di kota tempat tinggalmu?"

Jika pengelana itu menjawab,
"Orang-orang di kota tempat aku berasal mempunyai pengarai buruk dan tidak menyenangkan."

Maka penjaga tua itu menjawab,
"Berlalulah terus. Orang-orang di kota ini juga berperangai buruk."

Namun jika pengelana itu menjawab,
"Orang-orang dikota tempat aku berasal mempunyai perangai yang baik dan menyenangkan."

Maka penjaga tua itu menjawab,
"Masuklah ke dalam, di sana kau hanya akan menemui orang-orang yang berperilaku baik dan menyenangkan."

Pojok Renungan :
Bila di dalam hati (kota tempat kita berasal ) kita menemukan perangai buruk, maka di luarpun kita akan temui perangai buruk.
Dari mana asal kita datang ke sanalah kita akan tiba.

Balon Hitam


Seorang anak laki-laki kecil berkulit hitam terus saja memperhatikan seorang penjual balon di sebuah tempat keramaian di tengah kota.

Tukang balon itu memang nampak seperti seorang pedagang yang baik hati karena dia melepaskan sebuah balon merah, membiarkan balon itu perlahan-lahan membubung tinggi ke angkasa.

Dengan cara demikian dia bermaksud menarik perhatian orang banyak agar membeli balonnya.Tak lama kemudian, kembali dia melepaskan sebuah balon, kali ini yang berwarna biru, selang berapa lama kemudian dia melepaskan lagi balon berwarna kuning, lalu balon hijau, kemudian yang putih.

Semua balon yang dilepasnya naik membubung tinggi ke langit sampai akhirnya menghilang dari pandangan.Anak kecil berkulit hitam itu terus menerus memandang balon berwarna hitam yang belum dilepaskan dan akhirnya bertanya :

"Bang, kalau balon hitam itu dilepaskan, apakah dia juga dapat naik membubung tinggi sama seperti balon-balon yang lain ?"

Penjual balon itu tersenyum penuh pengertian.

Ia segera memutuskan benang yang mengikat balon hitam itu dan balon hitam itupun perlahan-lahan naik membubung tinggi ke angkasa.

Dengan ramah penjual balon itu berkata,

"Nak, bukan warnanya melainkan apa yang ada di dalamnya yang membuatnya naik."

Jangan menilai seorang dari penampilannya, tetapi nilailah dia berdasarkan apa yang ada di hatinya.

Thursday, June 12, 2008

Lompatan Paus


Pernahkan Anda bertanya-tanya bagaimana pelatih ikan paus dan lumba-lumba di Sea World bisa membuat Shamu, paus seberat sembilan ton itu, melompat setinggi 7 meter keluar dari air dan memperagakan berbagai permainan ?

Mereka membuat si paus melompati lingkaran tali begitu tinggi dari permukaan air,jarak yang tak terbayangkan oleh kita. Ini benar-benar tantangan besar, sebesar tantangan yang Anda dan saya hadapi sebagai orang tua, pelatih, atau manajer.

Dapatkah Anda membayangkan cara khas yang akan dilakukan para manajer bila mereka harus menangani situasi seperti itu ?

Hal pertama yang mungkin akan kita lakukan adalah meletakkan tali itu langsung setinggi 7 meter, tidak ada gunanya meletakkannya lebih rendah, atau tak ada gunanya membanggakan kebodohan.

Kita menyebutnya penentuan sasaran, atau perencanaan strategi.

Jika sasarannya telah ditentukan dengan jelas, yang harus dilakukan sekarang adalah memikirkan cara untuk memotivasi si ikan paus.

Maka kita ambil seember ikan dan meletakannya tepat 7 meter di atas lingkaran tali itu.
Jangan berikan imbalannya bila si paus tidak mau beraksi. Lalu, kita harus memberikan pengarahan.

Kita membungkuk dari bangku kita yang bagus, yang terletak di tempat tinggi itu, dan berseru,

"Hai, paus! Melompatlah!"

Dan . . . . . . . . .si paus tetap di sana, tak bergerak sedikit pun.

Jadi, bagaimana para pelatih di Sea World itu melakukannya?

Prioritas mereka yang pertama adalah mempertegas perilaku yang mereka inginkan agar si paus melakukan ( berlatih ) berulang-ulang, dalam hal ini, membuat si paus atau lumba - lumba melompati lingkaran tali.

Dengan segala macam cara, mereka menciptakan lingkungan yang mendukung kaidah yang menjamin bahwa si paus tak mungkin gagal. Mereka memulainya dengan meletakkan lingkaran tali itu di bawah permukaan air,dalam posisi yang membuat si paus mau tak mau terpaksa melakukan apa yang diharapkan si pelatih.

Setiap kali si paus berhasil melewati lingkaran tali, dia mendapatkan ketegasan yang positif. Dia diberi hadiah ikan merah, dibelai-belai, diajak bermain-main, dan yang terpenting, mendapat penegasan.

Tetapi, bagaimana kalau si paus melompat di bawah lingkaran tali?

Tidak apa-apa, dia tidak akan dihukum dengan sengatan listrik, tidak ada kritik membangun, tidak ada omelan, dan tidak ada kata-kata peringatan dalam berkas pribadinya.

Paus hanya diajari bahwa perilaku yang negatif tidak akan diakui.
Penegasan positif adalah landasan dari kaidah sederhana itu, yang membuahkan hasil yang menakjubkan.

Dan ketika si paus berhasil lebih sering melompati lingkaran tali dari pada melompat di bawahnya, si pelatih meninggikan talinya. Kenaikan itu harus berangsur-angsur dan lambat sehingga si paus tidak kelaparan, baik secara fisik maupun secara emosi.

Pelajaran sederhana yang harus dipelajari dari para pelatih paus itu adalah merayakan keberhasilan secara wajar. ( Celebrating Succes )
Saat masih di Astra International pada divisi Customer Care , team saya selalu memotivasi Cabang perusahaan yang nilai index kepuasaan pelanggannya tinggi dengan reward kepada " seluruh karyawan cabang ".

Bahkan tidak tanggung - tanggung , sang Kepala Cabang pun diundang langsung ke kantor pusat untuk menerima langsung reward dari para petinggi dengan disaksikan seluruh karyawan pada kesempatan upacara bendera.

Tunjukkanlah keberhasilan dan hal-hal kecil yang kita inginkan terus diperlihatkan kepada si paus.( baca : karyawan )

Yang kedua, jangan terlalu mudah mengecam. Orang juga bisa merasakan kalau prestasi mereka mengecewakan. Yang mereka perlukan adalah uluran tangan menawarkan bantuan.

Tanpa kecaman atau hukuman sekalipun, orang tak akan melupakan kegagalannya dan biasanya tidak akan mengulanginya lagi.

Menurut pendapat saya, kebanyakan bisnis yang sukses dewasa ini melakukan hal yang benar lebih dari 95%.
Namun, berapa banyak waktu yang kita sisihkan untuk mengomel ?

Kita harus menciptakan suasana yang membuat orang tidak mengalami kegagalan.
Rayakanlah keberhasilan secara wajar , jangan mudah mengecam ... dan kita harus tahu seberapa tinggi kita harus meletakkan lingkaran tali itu.


Regards
Djodi

Kisah seorang guru dan dua muridnya


Alkisah di negeri Tiongkok hidup seorang guru kungfu yang sudah sangat tua.Ia mempunyai dua murid yang masing-masing memiliki tingkat keseriusan, semangat, dan keuletan belajar kungfu yang sama.

Untuk mewariskan perguruannya, ia harus memilih yang terbaik dari keduanya.

Pertandingan di antara mereka pun dilakukan. Namun, beberapa kali adu kekuatan selalu berakhir dengan seimbang. Mereka ternyata mampu menyerap ilmu yang sama dari si guru kungfu. Selain itu, keduanya juga sering berlatih bersama-sama sehingga masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Untuk mengetahui mana di antara mereka yang lebih baik dan lebih cerdik, guru tersebut terpaksa menggunakan cara lain.

Suatu tengah malam, guru tersebut memanggil kedua muridnya dan memberi mereka tugas,

"Besok pagi kalian pergilah ke hutan mencari ranting pohon. Siapa yang pulang dengan hasil yang terbanyak, dialah yang keluar sebagai pemenang."

Sambil menarik napas panjang sang guru memperhatikan kedua muridnya yang sedang mendengarkan dengan serius kemudian ia melanjutkan,

"Waktu yang tersedia untuk kalian adalah jam lima pagi sampai jam lima sore."

Kemudian guru tersebut mengambil sesuatu dari bawah meja dan berkata,

"Ini adalah dua bilah parang yang dapat kalian gunakan, ada pertanyaan?"

Karena merasa tugas yang diembankan kepada mereka mudah, mereka pun serempak menjawab,

"Tidak."

"Baiklah kalau begitu, sekarang, kalian cepatlah beristirahat dan besok bangun lebih pagi," Nasihat sang guru.

Mendapat tugas yang baru ini, di benak murid yang pertama langsung terbayang bahwa keesokan harinya ia harus bekerja lebih keras dan lebih serius karena waktunya terbatas. Ia terlalu terfokus pada waktu, yakni harus berangkat jam5 tepat , tidak boleh kurang satu detik pun dan pulang jam 5 sore , tidak boleh lebih. Setelah yakin dengan waktunya, ia pun pergi tidur.

Dengan tugas yang sama, murid kedua lebih terfokus pada pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia langsung memeriksa parang yang disediakan oleh gurunya, dan ternyata parang tersebut adalah parang tua yang sudah tumpul.

Maka, ia pun memutuskan, besok sebelum berangkat ia akan mencari batu asah untuk mengasah parangnya agar menjadi tajam dan siap digunakan. Dengan parang yang lebih tajam, hasil yang sama dapat diperoleh dengan upaya yang lebih sedikit,pikirnya.

Tantangan kedua yang terbayang di benaknya adalah bagaimana cara membawa ranting pohon lebih banyak secara efisien dan efektif ? Sementara temannya sudah tertidur lelap, ia masih mondar-mandir di depan kamarnya, memikirkan cara terbaik untuk membawa ranting dengan jumlah lebih banyak. Setelah berpikir cukup lama dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, ia memutuskanuntuk menyiapkan tali pengikat dan tongkat pikulan sebelum berangkat keesokan harinya.

Dengan memikul ranting menggunakan tongkat pikulan. Paling tidak, ia bisa membawa dua ikat besar ranting-satu di depan dan satu lagi dibelakang , itu berarti dua kali lipat lebih banyak dibandingkan memanggulnya.Dengan perasaan puas, ia pun pergi tidur.

Keesokan harinya, murid pertama yang sudah berencana akan bekerja kera , ,bangun tepat waktu dan langsung berangkat ke hutan.

Sementara itu, murid kedua masih tidur karena terlambat tidur memikirkan strategi. Tepat jam enam pagi, murid kedua bangun. Sesuai rencana, ia segera mencari batu asah dan mengasah parangnya sampai benar-benar tajam.Kemudian ia mencari tali dan tongkat pikulan. Setelah semua perlengkapan siap, ia segera berangkat ke hutan, jam menunjukkan pukul tujuh lebih.

Ketika jam menunjukkan pukul satu siang, murid kedua sudah berhasil mengumpulkan ranting cukup banyak. Ia segera mengikatnya menjadi dua dan memikulnya pulang. Sesampainya di rumah, diserahkannya ranting-rantingtersebut kepada gurunya. Ia berhasil mendapat banyak ranting dan pulang lebih cepat.

Sementara itu, murid pertama, karena tidak mengasah parangnya, harus menggunakan waktu dan energi yang lebih besar untuk memotong ranting pohon.Dengan demikian ia juga memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat karena kelelahan. Belum waktu yang ia gunakan untuk mencari tali pengikat. Selain itu, dengan caranya membawa ranting kayu yang dipanggul di pundaknya, jumlah yang bisa dibawanya juga terbatas.


Renungan :
Terkadang kita terbelenggu oleh kerutinan kerja sehari - hari , sehingga lupa " mengasah parang " yang berupa belajar , ikut pelatihan , training , mengadakan meeting , briefieng pagi dan lain - lain.

Padahal kegiatan diatas yang menurut kita " buang waktu " tersebut justru merupakan sarana ampuh untuk meningkatkan dan mengembangkan Skill , Knowledge dan Attitude kita.

Pelatihan , training , meeting , briefieng , pengarahan atau belajar pada dasarnya adalah bertujuan untuk " memudahkan " pekerjaan kita sehari - hari.

Bukankah mengasah parang selama 3 menit sangat tidak berarti saat kita harus menebang pohon selama 3 jam . . . . . . . . . . . .
Training is costly, but no training is more costly !
Djodi Ismanto

Wednesday, June 11, 2008

Empat Obat Mujarab


Seorang laki - laki muda .Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya. Ia sedang dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya semakin parah.Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum menjadi amat terlambat.

Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil berpesan;

"Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menju pantai seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini."

Jangan membawa buku atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Dipantai nanti anda membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya, yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh."

Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga kepantai.

Begitu tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan yang amat dalam.

Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan:

"Dengarlah."

Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang memecah bibir pantai. Ia bahkan secra perlahan-lahan mampu mendengarkan setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam dipantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.

Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar kertas bertulis;

"Mengingat".

Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih diwajah mereka. Ia juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar bathinnya.

Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat , ,ia menemukan secaraik kertas dengan tulisan:

"Menimbang dan menilai motivasi".

Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh. Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain.Ia kini seakan telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang senantiasa membuatnya cemas.

Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis:

"Tulislah segala kecemasanmu di bibir pantai."

Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata

"cemas".

Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya.

Bibir pantai seakan disapu bersih, kata "cemas" yang baru ditulisnya hilang ditelan ombak.

Renungan :

Siapakah tokoh utama dalam kisah di atas ???
Mungkin aku, mungkin pula anda.
Pernahkah aku secara tulus mendengarkan bahasa batinku sendiri?

Atau pernahkah aku mengingat segala yang manis maupun pahit yang terjadi dimasa silam namun telah membentuk siapa aku saat ini ??

Apa yang menjadi motivasi utama hidupku hari ini dan besok ??

Dan apa kecemasanku ??


Djodi

Tuesday, June 10, 2008

Kerikil Hitam dan Kerikil Putih


Beberapa puluh tahun yang lalu, bila seseorang berhutang uang, ia dapat dijebloskan ke dalam penjara. Ada seorang pedagang yang mengalami nasib sial, karena mempunyai banyak hutang kepada peminjam uang.

Peminjam uang yang sudah tua dan berparas jelek itu ternyata menyukai anak gadis si pedagang yang berwajah cantik. Ia mengajukan tawaran kepada si pedagang bahwa ia akan menghapus hutang si pedagang itu kalau ia memberikan anak gadisnya.

Si pedagang dan anak gadisnya merasa ngeri atas tawaran tersebut. Sementara itu si peminjam uang yang licik itu mengatur strategi agar mereka membiarkan keadilan memutuskan penyelesaian atas persoalan itu.

Ia mengatakan kepada mereka berdua bahwa ia akan menaruh dua butir kerikil ke dalam tas yang kosong, satu berwarna hitam dan satunya putih. Si gadis harus memilih satu diantaranya. Jika ia memilih kerikil hitam, maka ia harus menjadi istrinya dan hutang ayahnyapun akan dihapuskan.

Jika ia menolak mengambil kerikil itu, ayahnya akan dijebloskan ke penjara, hingga ia akan mati kelaparan karena tidak ada orang yang akan memperhatikan dia.

Akhirnya dengan penuh keraguan, si pedagang setuju. Mereka berjalan menuju taman milik si pedagang. Tiba-tiba si peminjam uang berhenti dan membungkukkan badannya memungut dua butir kerikil.

Ketika ia melakukan hal itu si gadis mengamati gerak-geriknya dengan seksama bercampur takut. Ia melihat bahwa si peminjam uang itu mengambil dua butir kerikil yang berwarna hitam, dan memasukkannya ke dalam tas. Kemudian si peminjam itu meminta si gadis untuk memilih kerikil yang ada di dalam tas.

Jika anda mengalami situasi seperti si gadis itu, apa yang dapat anda lakukan?
Jika anda mempunyai jalan keluar untuk gadis itu, apa yang akan anda nasehatkan?

- Gadis itu sebaiknya menolak mengambil kerikil?

- Gadis itu harus memberitahu bahwa di dalam tas ada dua buah kerikil hitam dan mengatakan kepada orang-orang bahwa si peminjam uang adalah seorang penipu.?

-Gadis itu sebaiknya mengambil sebuah kerikil yang berwarna hitam dan mengorbankan dirinya demi menyelamatkan ayahnya?

?




?




?


Gadis tersebut di atas ternyata memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengambil sebutir kerikil. Tetapi tanpa melihat pada kerikil yang diambilnya, ia meraba-raba dengan gemetar sehingga kerikil itu jatuh di antara kerikil-kerikil yang lain di atas tanah. Kerikil yang jatuh sudah tidak jelas bantuk dan warnanya.

"O, betapa memalukan aku ini," katanya.

"Tidak apa-apa. " kata si peminjam uang.

" Nah sekarang jika anda melihat di dalam tas, maka anda dapat mengatakan kerikil mana yang telah saya jatuhkan. Sebab dengan mengetahui warna kerikil yang ada di dalam tas maka engkau akan tahu kerikil mana yang telah saya pilih." jawab si gadis.

Karena yang tertinggal di dalam tas adalah kerikil hitam, maka dapat dipastikan bahwa gadis itu telah memilih " kerikil putih ' .

Tentu saja sipeminjam uang tidak akan mau membongkar ketidakjujurannya.

Maka dengan demikian seluruh hutang si pedagang dihapuskan dan gadis itu tidak jadi dinikahinya.
" Serapih - rapihnya kezaliman yang dipersiapkan , masih kalah hebat oleh sebuah kecerdikan "


Djodi

10 Kegagalan Seorang Pemimpin


Meskipun seseorang dapat mengalahkan ribuan orang sebanyak ribuan kali dalam suatu peperangan, ia bukanlah penakluk yang terunggul. Namun seseorang yang mampu menaklukkan diri sendiri itulah yang disebut pemenang yang terunggul dalam peperangan.

1. GILA KEKUASAAN
Yang suka akan "pujian dan sanjungan" dan bukan hasil dari usaha. Kondisi ini akan memunculkan orang2 "ABS: asal bos senang" dan "yes man"

2. TIDAK MAMPU / TIDAK MAU MENDELEGASIKAN TUGAS
Faktornya bisa saja karena "takut" tersaingi jika bawahannya akan menjadi semakin pintar atau sama sekali tidak tahu bagaimana mendelegasikannya.Akhirnya yang timbul adalah "stress" dan "depresi" karena selalu "one man show!"

3. ILMU PENGETAHUAN KURANG MEMADAI
Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila seorang pemimpin tidak tahu atau tidak menguasai suatu managemen sendiri. Konsumen pasti akan segera beralih ke produk pesaing karena tidak adanya suatu kepastian.

4. SUKA MEMAKSAKAN KEHENDAK
Semua di"legal"kan asalkan apa yang dikehendaki dipatuhi 100% dan juga dijadikan sebagai satu2nya pedoman. Bantahan/kritikan dalam bentuk apapun di"haram"kan.

5. TIDAK MAMPU / TIDAK MAU BERADAPTASI
Salah satu kiat agar mudah bersosialisasi di lingkungan manapun adalah adanya kemampuan / kemauan untuk "mau' mengadaptasikan diri. Tanpa adanya kemampuan / kemauan ini maka apapun tidak akan bisa terlaksana dengan baik dikarenakan tidak adanya "support"

6. TIDAK MAU MENERIMA IDE
Menganggap diri sendiri adalah yang terbaik dan semua ide orang lain adalah"useless" merupakan muara kemerosotan.
Remember : "nobody is perfect !"

7. LARI DARI KENYATAAN
Jika mengalami kegagalan, semua orang dikambinghitamkan atau dikorbankan.Disamping itu juga tidak mampu / tidak mau menerima kenyataan yang terjadi /dialami, itulah ciri khas dari seorang "pengecut"

8. TIDAK MAU INTROSPEKSI DIRI
Logikanya, penilaian objektif, baik tidaknya atau sempurna tidaknya diri seseorang adalah orang lain. Sungguh "picik" jika seseorang sanggup memproklamirkan bahwa dirinya adalah yang terbaik.

9. MEMBAJAK IDE ORANG
Ini adalah hal yang sangat memalukan dan secara tidak langsung juga telah memvonis diri sendiri "under value"

10. BERGAUL DENGAN ORANG SESAT
Maknanya adalah bergaul dengan orang2 yang senang memuji di kala kita salah dan mengkritik di kala kita benar. Disamping itu juga senang dan suka melakukan perbuatan tercela.


Telahkah anda hilangkan ke sepuluh sifat destruktif ini ?
Jika, YA maka anda sudah pantas menjadi seorang PEMIMPIN.

Semua Butuh Proses


Dalam satu tandan pisang, tak semua buahnya matang secara serentak. Ada diantaranya yang masih berwarna hijau tua.

Maka, sang petani adakalanya harus menyimpannya kembali beberapa saat menunggu hingga matang semuanya.Pisang yang telah matang dan pisang yang terlambat matang, kelak akan memiliki rasa yang sama yakni memiliki rasa pisang. Meskipun waktu untuk menjadi matang pada pisang berbeda-beda...

Begitulah kita..tak mungkin semuanya sama. Ada kalanya menurut ukuran kita, suatu masalah dapat diselesaikan hanya dengan beberapa menit saja.Tapi bagi orang lain belum tentu, ia butuh waktu untuk menyelesaikannya.Bahkan belum sampai pada kesempurnaan. Namun pada akhirnya, hasil yang didapatkan tetap dapat dirasakan.

Dalam hidup ini tak seorang pun sempurna pada bingkai kemampuannya.Karena di antara kita memang tidak sama dan serupa, kita dilahirkan berbeda, hidup di lingkungan berbeda, pada kondisi yang berbeda dan segala hal yang berbeda.

Yang mesti diingat adalah bahwa setiap orang memiliki kesamaan keinginan dan memiliki hak yang sama dalam mendapat kesempatan, betapapun itu harus dipikirkan.

Karenanya, percuma saja memperdebatkan suatu ketidaksamaan, perbedaan, dan ketidakcocokan dengan orang lain, karena kita tak akan mendapat titik temu.

Sungguh tak ada yang sempurna di antara kita, maka janganlah rendah diri...semua butuh proses menjadi lebih baik.....

Monday, June 9, 2008

Anda " Orang Yang Terhormat "


Ada sebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja yang terkenal sangat bijaksana. Raja itu sering berkeliling negeri untuk melihat-lihat kehidupan rakyatnya

Pada suatu ketika Sang Raja dengan diiringi para pengawalnya sedang berjalan-jalan masuk-keluar kampung, dilihatnya ada seorang anak pengemis yang sedang mengais-ngais sampah di tempat sampah untuk mendapatkan sisa-sisa makanan. Tergerak oleh belas kasihan, raja itu memerintahkan kepada pengawalnya untuk membawa anak itu keistana.

Raja berkenan mengangkat anak itu menjadi anaknya.

Malam itu ketika Sang Raja dan Permaisurinya santap malam. Anak angkat barunya, yang sudah dimandikan dan diberi pakaian baru, diajak bersama santap malam. Terbiasa dengan kehidupan lamanya, anak itu makan dengan tergesa-gesa, comot sana, comot sini dengan tidak tahu aturan.

Namun Sang Raja dan Permaisuri dengan sabar mengajarkan kepada anak itu tata cara makan yang baik.

"Nak, engkau di sini tidak perlu takut tidak mendapat bagian, tidak perlu tergesa-gesa, semuanya tersedia dengan cukup. Begini cara memegang sendok dan garpu. Begini cara mengambil nasi. Begini cara mengambil lauk. Semuanya ada aturannya. Jangan sembarangan mengambil dengan sendokmu".

Pada suatu hari, Sang Raja mengadakan perjalanan dengan keretanya dan anak itu diajak serta. Di kiri-kanan jalan rakyat menyambut mereka dengan penuh antusias. Sang Raja menyambut dengan gembira lambaian tangan rakyatnya.

Namun Sang Raja keheranan memperhatikan anak angkatnya. Dia tidak mempedulikan orang-orang yang menyambutnya. Malahan setiap melewati tempat pembuangan sampah, anak itu ingin turun dari keretanya.

Sang Raja selalu melarang anak itu turun dari kereta, setiap mereka melewati tempat sampah.

"Nak engkau sekarang anak terhormat , tidak perlu engkau mencari makan ditempat sampah lagi. Lupakan masa lalumu. Hiduplah seperti orang terhormat ".

Renungan :

Kehidupan kita, kadang seperti anak raja itu. Kita yang melalui pemberian nama dari orang tua dan hakekah yang secara resmi menjadi muslim , namun masih cenderung untuk kembali ke kehidupan lama kita "mengais-ngais sampah".

Datang kepada dukun, tukang ramal, orang "pintar" dsb, untuk minta "ilmu",zimat dsb. Lupakah anda, bahwa anda itu " orang terhormat " ?

Saturday, June 7, 2008

Segelas Air . . . . . .


Didepan Anda, terletak sebuah gelas,dengan air yang terisi setengah di dalamnya…

Apa yang Anda lihat, setengah penuh atau setengah kosong?
Atau ada hal yang lain ???

Seorang pintar akan melihatnya sudah terisi,Dan tidak berupaya mengisinya …

Seorang pembelajar akan mengosongkan gelas tersebut,dan memberikan tempat yang lebih banyak untuk air yang baru ...

Jika,air adalah ilmu dan gelas adalah otak kita ...

Apakah yang Anda lakukan dengan ilmu dan otak kita?

a) Merasa sudah tahu dan tidak memberikan tempat kepada ilmu baru?
Cenderung membantah dan mendebat orang yang ingin menuangkan air baru?

Atau

b) Merasa belum cukup, mengosongkan gelas dan membiarkan ilmu baru mengalir masuk? Setelah itu, baru ditelaah, apakah ilmu tersebut cocok atau tidak buat Anda?


Percepatan dalam Belajar

Banyak orang mengalami percepatan tinggi dalam belajar setelah menerapkan cara yang kedua.

Jangan merasa diri pintar, karena tong kosong nyaring bunyinya..
Janganlah malu bertanya, karena Anda akan sesat di jalan ...
(buat apa pusing mikiran jika bisa tanya?).

Jika dicemooh sebagai seorang bodoh, biarkan saja! Kita adalah seorang bodoh yang sedang menjelma menjadi pintar, dan bukan seorang bodoh yang tidak berkembang dan tetap bodoh ...

Saya memerlukan waktu lama untuk mengenal hal tersebut ...

Semoga berguna bagi Anda ...

Carilah Ilmu Sederhana


Saat ini, ilmu bisnis berkembang sangat pesat. Kita mengenal istilah-istilah yang pada beberapa dekade lalu belum pernah terdengar. Katakanlah istilah seperti Management By Olympic System (MBOS), Sig Sigma, Balance Score Card , Blue Ocean Strategy dan sebagainya.

Pertanyaannya, apakah semuanya ini perlu?

Jika Anda seorang praktisi / pemula bisnis, maka jawabannya adalah tidak !

Buat apa mendalami ilmu yang namanya keren, yang untuk mengertinya saja perlu waktu berbulan-bulan.

Lalu, kapan prakteknya?
Kapan jualannya?
Saingan sudah lari jauh disaat kita masih belajar.
Sebaiknya …
Carilah ilmu yang gampang dicerna, sehingga mudah diterapkan.

Semakin sederhananya sebuah ilmu, semakin mudah ia bisa di monitor dan di evaluasi…

Less is Beautiful.

Contoh-contoh ilmu bisnis yang sederhana itu antara lain:

1. Nama pelanggan yang order harus dicatat, supaya dapat dihubungi kembali …
2. Fokus semua tindakan perusahaan ke tujuan perusahaan, yakni Bottom Line.
3. Terapkan POAC.
4. Show me the money!
5. Jangan malu dan merasa diri terlalu tinggi (jabatannya) untuk menjual. Bill Gates masih menjual untuk perusahaannya.
6. … silahkan ditambahkan sendiri …

Apakah ilmu keren tidak boleh?
Tentu saja boleh!

Pada suatu saat, jika perusahaan Anda telah besar, dan terlebih team anda mampu menyerap ilmu yang lebih rumit, boleh saja diterapkan.

But, anyway, saya pikir bahwa less is more ! simple is beatiful !



Source : Johny Rusly

Untuk saudaraku ANKBB dan FPI . . . . . .


Untuk saudaraku AKKBB dan FPI . . . . . .
Selamatkan " kehanyutan pertengkaran " anda . . .

Rasanya tak mungkin anda bertengkar dan melakukan kekerasan seorang diri.
Selalu dibutuhkan setidaknya dua orang untuk memulai sebuah perselisihan kecil.

Dan, itu sudah cukup untuk memicu pertengkaran dan kekerasan besar-besaran pada seluruh negeri. Itu berarti,pertengkaran bukan hanya persoalan perbedaan pendapat atau tarik-menarik keinginan.

Pertengkaran dan kekerasan adalah soal pilihan anda.
Pilihan untuk memulai lalu membiarkannya membesar dan membakar semua yang ada, atau menutup pintu sebelum sempat dimasuki oleh salah seorang dari anda.
Karena, pertengkaran mustahil terjadi bila anda benar-benar tak berkehendak untuk menceburkan diri kedalamnya.

Meski anda jatuh dalam sungai deras, itu tak berarti anda harus hanyut atau tenggelam tanpa daya.

Anda bisa berenang-renang meninggalkan pusaran air,dan naik ke daratan.

Hanya di saat berada di tepianlah anda bisa menolong rekan anda yang berseteru untuk lolos dari kehanyutan.

Ulurkan tali penyelamat berupa curahan maaf dan pengertian diri tanpa pamrih.

Dua orang yang bertengkar dan melakukan kekerasan takkan bisa menolong satu sama lain.

TIPS AGAR TIDAK MENJATUHKAN MOTIVASI KARYAWAN


Salah satu kunci penting memotivasi karyawan adalah menghindari tindakan-tindakan yang membunuh motivasi karyawan. Ini berarti, memotivasi karyawan tidak cukup hanya dengan mendorong karyawan berperilaku motivatif,tetapi juga menjaga diri anda, sebagai seorang pimpinan , untuk tidakmelakukan sesuatu yang dapat mematahkan semangat karyawan. Sikap negatif anda dapat menghalangi sesuatu positif dari orang lain.

Ada banyak hal yang dapat mengendurkan motivasi karyawan. Yang terpenting berasal dari anda sendiri. Berikut beberapa tips beberapa tindakan yang perlu anda ingat-ingat, karena bila tidak, anda dapat menjatuhkan motvasi karyawan.

1--Jangan mengkritik karyawan di hadapan orang lain.

Ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Jangan permalukan karyawan dihadapan orang lain. Meski anda mengatakan sesuatu yang menurut anda benar,namun mengkritiknya di depan umum, dapat melukai perasaannya. Kritik anda dapat meninggalkan bekas luka dalam yang mengubah motivasi menjadi sakit hati dan dendam berkepanjangan.

2--Jangan menghina/merendahkan karyawan.

Melontarkan kata-kata seperti, "bodoh", "goblok", atau kata-kata penuh hinaan lain adalah tindakan yang harus dihindari jauh-jauh. Berhati-hatilah dengan perkataan anda. Jangan sepelekan orang lain. Mereka takkan melakukan sesuatu yang anda inginkan dengan baik jika anda sendiri menganggap mereka tidak becus.

3--Jangan menganggap karyawan sebagai alat.

Sebagai pimpinan , anda memang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan.Namun, jika anda bersikap seolah-olah memperalat karyawan demi tujuan anda sendiri, anda akan kehilangan simpati dan motivasi karyawan untuk mau bekerja pada anda. Libatkan karyawan pada tujuan bersama. Tunjukkan bahwa anda bersama mereka sedang mencapai tujuan demi keberhasilan bersama.

4--Jangan berlaku tidak adil.

Adalah wajar jika anda senang pada karyawan-karyawan terbaik anda. Namun itu bukan alasan untuk berlaku tidak adil. Perlakuan diskriminatif mudah sekali menjatuhkan semangat seluruh karyawan. Terlebih lagi bila anda tak sadar sedang "dijilat" oleh karyawan yang anda sukai.

Jangan sekali - kali men-judge ada departemen yang menghasilkan dan ada departemen yang tidak menghasilkan.

5--Jangan hanya memikirkan diri sendiri.

Bagaimana perasaan anda saat mendengar atasan membanggakan dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Anda mungkin merasa direndahkan secara tak langsung. Atau anda mungkin merasa atasan anda sedang mengambil keuntungan dari anda. Maka, itu pulalah yang dirasakan oleh karyawan anda jika anda hanya berpusat pada diri sendiri dan tak memberikan perhatian pada mereka.

6--Jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

Karyawan membutuhkan sebuah keputusan yang tegas, segera, namun bijaksana dari atasannya. Jika anda tampak bimbang dengan keputusan anda sendiri,karyawan akan merasa lebih bimbang lagi. Ini cepat sekali menjegal motivasi.Bukan hanya itu, mereka mungkin tak lagi mempercayai kemampuan diri mereka sendiri juga anda.

7--Jangan melemparkan tanggung jawab.

Tugas pimpinan / manajer adalah membimbing karyawan agar lebih baik dan berhasil. Salah satunya adalah dengan mendelegasikan wewenang. Tapi itu bukan berarti anda terlepas dari tanggung jawab atas tugas tersebut. Melemparkan tanggung jawab dapat meruntuhkan kepercayaan mereka pada anda sebagai seorang pemimpin. Disaat-saat sulit, tunjukkan tanggung jawab anda. Ini menumbuhkan hormat pada anda.

8--Jangan kaku, namun jangan turunkan standar kualitas anda.

Situasi tidak selalu berjalan sebagaimana diharapkan. Anda harus bersikap tegas, namun jangan diartikan sebagai sikap kaku. Terbuka dan terimalah masukan-masukan dari karyawan anda. Namun, anda tetap harus menjaga standarkualitas yang anda inginkan. Jika anda toleran terhadap sebuah kelemahan,anda menurunkan moral karyawan lain yang memiliki inisiatif tinggi.

9--Jangan menunjukkan ketidakpercayaan.

Kunci memotivasi orang adalah memberikan kepercayaan pada mereka.Sebaliknya, mematikan motivasi karyawan paling mudah dilakukan dengan mencabut kembali kepercayaan itu. Sepatah ucapan yang menunjukkan ketidakpercayaan sudah cukup untuk menyingkirkan motivasi mereka.

10--Jangan acuh tak acuh pada karyawan.

Jika anda ingin meruntuhkan motivasi karyawan, jangan berikan perhatian apapun pada mereka. Jangan beri umpan balik. Jangan ingat kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka. Jangan berikan waktu bagi mereka untuk berbincang-bincang. Jauh lebih mudah mematahkan semangat, ketimbang membangunnya. Untuk itu, hindari hal-hal yang bisa membunuh motivasi karyawan.

Dan itu, berarti menjaga tindakan anda sendiri.

Regards,

Friday, June 6, 2008

Badut Pembawa Berita


Suatu ketika di hutan pinggiran suatu dusun, sebuah rombongan sirkus menggelar tendanya dan mempersiapkan pertunjukan.

Suatu hari, tepat sebelum suatu pertunjukan dimulai, entah bagaimana terjadi kebakaran di semak2 di pinggir perkemahan sirkus tersebut. Angin bertiup dengan kencang ke arah dusun. Angin yang kencang juga membesarkan kobaran api dengan cepat.Kata pemilik sirkus, harus ada seseorang yang memperingati masyarakat dusun tersebut tentang kebakaran hutan ini.

Kalau api mencapai dusun, maka akan jatuh korban harta benda yang besar.

Seorang badut, masih lengkap dengan pakaian dan make-up badutnya ( karena bersiap untuk pertunjukan ) segera berlari menyambar sepeda hias yang seharusnya dipakai dalam pertunjukan.

Tanpa membuang waktu, badut tersebut mengayuh sepedanya secepat mungkin menuju dusun tersebut.Beruntung dusun tersebut terletak di dataran yang lebih rendah, sehingga si badut dapat mencapai dusun tersebut sebelum api yang berkobar mencapai dusun.

Si badut berteriak2 dengan lantang sambil bersepeda berkeliling alun-alun, 'kebakaran hutan!!! Cepat selamatkan diri dan keluarga kalian!!!'

Namun masyarakat dusun yang melihat dan mendengar teriakan si badut tersebut malah berkerumun dan menertawakan si badut yang berpakaian dan beraut wajah lucu. Mereka menonton badut tersebut sambil bertepuk tangan.

Akhirnya kobaran api pun mencapai dusun tersebut, dan menyebabkan kebakaran besar. Teriakan histeris dan panik mewarnai usaha masyarakat dusun untuk melarikan diri. Korban jiwa dan harta benda tak dapat dielakkan.

Si badut mengayuh kembali sepedanya ke perkemahan sirkus dengan sedih karena peringatannya tidak didengarkan.

Renungan :

Seringkali kita menganggap 'pembawa berita' lebih penting daripada isi dari berita yang dibawa itu sendiri. Artinya dalam mendengarkan saran, nasihat, atau kritikan, kita kerap menilai si 'pembawa berita', bukan isi dari berita tersebut.

Contoh:
Seorang yang sombong apabila ditegur oleh temannya akan menyebabkan pertengkaran. Lain cerita apabia ia ditegur oleh gurunya atau orang yang dihormatinya, walaupun isi tegurannya kira2 sama.Mengapa harus demikian?

Bukankah 1kg emas yang dibawa orang kaya dan 1kg emas yang dibawa pengemis sama berharganya (sama-sama emas)?

Tidak bisakah kita menerima saran, nasihat, atau kritikan yang bagus tanpa memandang siapa yang menyampaikannya pada kita?

Seberapa sering kita melewatkan kesempatan akibat mengabaikan berita penting yang dibawa oleh orang yang 'kurang penting'?

Djodi

Reputasi


"Diperlukan waktu 20 tahun untuk membangun reputasi dan 5 menit untuk menghancurkannya. " -- Warren Edward Buffett, investor dan pengusaha Amerika

REPUTASI mengalahkan segalanya.
Citra dan kepercayaan pelanggan di atas segalanya, tak peduli berapa pun ongkos yang harus dikeluarkan.
Tak percaya?

Lihatlah apa yang dilakukan pabrikan mobil Jepang, Mazda, belum lama ini. Mazda mengambil keputusan besar untuk memusnahkan sebanyak 4.703 mobil yang masih tergolong keluaran terbaru, jenis Mazda3 dan CX-7. Mazda CX-7 sendiri dipersenjatai mesin MZR 2.3L Direct Injection Spark Ignition turbo.

Dengan spesifikasi mesin tersebut, mobil ini punya tenaga maksimum 235 HP pada putaran 5.000rpm, dan torsi maksimum mencapai 350Nm/2.500rpm.

Diperkirakan, mobil-mobil yang dimusnahkan tersebut bernilai sekitar US$ 100 juta. Lebih dari sekadar cukup untuk membeli kerupuk untuk dibuat hujan di atas negeri ini.

Bukan main. How come?
Berbagai pertanyaan pun muncul. Mengapa tidak dilelang saja atau hanya menjual suku cadangnya saja?
Ada ceritanya.

Hal ini bermula ketika The Cougar, sebuah kapal kargo yang mengangkut 4.703 unit mobil produksi Mazda tersebut mengalami kecelakaan dua tahun silam. The Cougar saat itu tengah menempuh perjalanan laut dari Jepang menuju Vancouver, British Colombia, Tacoma, Washington dan Port Hueneme, California.

Namun pada kenyataannya, ribuan mobil itu tak mengalami kerusakan, karena sistem penyimpanan yang aman di dalam kapal. Seperti diungkapkan di awal, citra memang mengalahkan segalanya.

Akhir tahun 2006, Mazda berjanji untuk tidak melempar mobil-mobil yang berada di dalam kapal the Cougar ke pasaran. Beberapa alternatif solusi pun bermunculan, misalnya mobil-mobil tersebut digunakan untuk penelitian di sekolah kejuruan otomotif, atau menggunakannya untuk film-film laga. Toh pada akhirnya, opsi pemusnahan total dinilai menjadi pilihan terbaik.

Mazda benar-benar tak ingin bermain dengan risiko, karena tetap saja selalu ada kemungkinan produk-produk itu memiliki keluhan. Jika itu terjadi, cilaka dua belas namanya, bukan hanya divisi garansi Mazda yang mengalami kerepotan, tetapi lebih dari itu, citra dan reputasi Mazda sebagai salah satu produsen otomotif terdepan pun akan hancur.

Reputasi bagi sebuah individu, lebih-lebih perusahaan merupakan hal yang penting.
Tahun 2004, survey yang dilakukan Hill and Knowlton's Corporate Reputation Watch mendapatkan hasil:

"93% of senior executives believe that customers consider corporate reputation important or extremely important."

Tahun 2001, polling yang dilakukan Firma Asuransi AON terhadap 2000 perusahaan papan atas di Inggris menunjukkan bahwa kehilangan reputasi dilihat sebagai sebuah risiko terbesar.

Kehilangan reputasi yang baik jauh lebih mudah dibanding usaha untuk membangunnya kembali. Dibutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun untuk membangun reputasi yang baik, tetapi diperlukan waktu lima menit saja untuk meruntuhkannya. Lihatlah apa yang dialami perusahaan-perusahaan semacam Enron, Merrill Lynch, General Electric dan WorldCom. Perusahaan-perusaha an di Indonesia mengambil hikmah akan pentingnya mengelola reputasi perusahaan

Lantas, apa sesungguhnya yang dimaksud reputasi?
Ada banyak teori.
Professor Gary Davies dari Manchester Business School memberikan definisi semacam ini,

"Reputation is a collective term referring to all stakeholders' views of corporate reputation, including identity and image." Atau dengan kata lain, reputasi merujuk pada semua pendapat orang lain tentang prestasi, mencakup pencitraan dan pengenalan konsepnya.

Tentu yang dimaksud reputasi di sini adalah reputasi yang baik, harum, dan positif. Kalau yang buruk, jangan dipelihara, mendingan dihapus lalu diganti dengan yang baik. Nah, untuk itu juga tidak mudah, bahkan lebih berat. Sangat mungkin, dibutuhkan tenaga, pikiran, dan uang yang tidak sedikit. Hal ini bisa kita simak di berbagai media massa, apalagi menjelang pemilihan umum tahun depan.

Harus diakui mengelola reputasi bukanlah pekerjaan yang mudah. Masih ingat Pak Raden? Itu loh, tokoh dalam film serial Si Unyil. Bapak tua dengan kumis lebat itu memiliki reputasi yang kurang oke di mata Unyil dan teman-temannya. Kalau Anda yang sempat menonton acara ini ketika ditayangkan di TVRI, tentu tahu sebabnya. Pak Raden memiliki reputasi sebagai orang tua yang kikir, malas kerja bakti, mau menang sendiri, dan suka menyombongkan diri dengan bahasa Belandanya.
Lain lagi dengan Pak Ogah, si botak yang lebih suka nongkrong di pos ronda bersama karibnya Pak Ableh, yang juga sama-sama pemalas. Meski mereka pernah punya pabrik batako Ekspress Gembol, tapi karena malas, pabrik itu tak bertahan lama. Tentu bukan itu yang dimaksudkan dalam tulisan ini.

Jadi mulai saat ini, bila ingin mengelola reputasi, segera ingat-ingatlah reputasi yang melekat pada diri Anda. Hitung untung dan ruginya, pilih dan pilah semuanya.

Nah, di kantor Anda dikenal sebagai karyawan yang lebih banyak mengobrol?
Sering tidur di saat jam kerja?
Atau pendiam tapi penuh dengan ide brilian? misalnya.

Silakan pilah dan pilih lagi. Kalau sudah menemukan, bersyukurlah. Kalau ada yang buruk, segera tinggalkan, bisa bertahap atau langsung, just do it, dan tanpa perlu tebar pesona. Kalau ada yang baik, itu artinya tinggal mengelolanya.

Bagaimana ketika suatu masalah mengancam reputasi diri Anda? Tentu saja ketika mulai goyah, Anda pun harus menyelamatkannya, tapi tak perlu dengan harus mengeluarkan uang hingga jutaan dolar seperti pabrikan mobil Mazda.

Selain tidak punya duit sebanyak itu, untuk sekadar memelihara reputasi sebagai orang royal di kantor, cukuplah dengan mentraktir karyawan lainnya di tukang bakso sebelah.


Sumber: Mengelola Reputasi oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta